About Me
- fery menuliz
- http://ferymenuliz.blogspot.com/ adlah blog pertama yang saya buat, didalam nya berisi segala macam pemikiran, analisis, ide, pengalaman, pengetahuan, sampai sok tahu nya penulis ada disini. http://ferymenuliz.blogspot.com/ merupakan wadah bagi si penulis(tentu saja saya sendiri)untuk menampung segala bentuk problem, kejadian,, hal hal dan yang ingin diteriakkannya. http://ferymenuliz.blogspot.com/ ini sendiri tercipta karena banyak nya karya tulis dari si penulis yang hilang tanpa jejak baik itu artikel, puisi,cerpen, sampai segala bentuk kata rayuan yang pergunakan oleh si penulis dalam usaha asmaranya. untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan membiarkan file file penting dan bersejarah lain nya hilang, serta untuk memotifasi terciptanya karya tulis lainnya,, maka dengan penuh kesadaran,,saya: nama : fery afrizqal tptgl : atjeh utara 5 juni 90 pekerjaan : mahasiswa universitas muhammadyah surakarta. fakultas ilmu komunikasi dan informatika. jurusan ilmu komunikasi. menciptakan blog ini,,, trims
cie piyoh
Rabu, Desember 26, 2012
Forum Masyarakat Atjeh Serantau ( Formas ) Gelar Doa Bersama Mengenang Sewindu Musibah Gempa Dan Tsuami Aceh
Senin, Oktober 08, 2012
Susahnya Komunikasi dan peran Media Massa
Rabu, Desember 21, 2011
The Atjehpost.com Telah Tiada
Saat ini jam menunjukkan pukul 01.00 wib. Mata sudah terasa sangat lelah setelah baru saja mengerjakan tugas kuliah berkaitan dengan review film untuk mata kuliah komunikasi budaya. Film yang harus saya analisis berjudul the prince and me film lama terbitan 2004 yang mengisahkan tentang hubungan antara dua manusia dengan latar belakangbudaya yang berbeda.
Untuk menghilangkan kebosanan sesekali saya membuka beberapa website kebanyakan situs olahraga. Namun sebagai anak rencong diperantaun timbullah rasa rindu akan tanah rencong. Penasaran dengan isu-isu menarik yang terjadi di aceh menjelang pilkada 2012 saya pun membuka sebuah portal berita yangbanyak memberi informasi seputaran aceh yaitu the atjepost.com.
Namun bukan informasi tentang aceh yang saya dapatkan melainkan sebuah tulisan redaksi dari atjehpost.com yang mengabarkan bahwa the atjehpost telah ditutup dan berhenti menjadi pemberi informasi bagi masyarakat. Dalam salam perpisahanya redaksi the atjehpost.com tidak begitu menjelaskan mengenai alasan penutupan situs yang menurut pemeringkat website dunia alexa.com menduduki rangking 1.026 dari jutaan website di Indonesia, dengan 8.500-10.000 visitor per hari.
Saya sangat kaget dengan berita pamitnya the atjehpost.com karena portal ini masih terbilang baru dan sedang melesat perkembangannya. Selain itu salah satu tulisan saya yang berjudul anggukan gubernur dimanahan solo pernah dimuat di portal ini. Sehingga membuat saya merasa diterima sebagai citizen journalism setelah tulisan singkat yang saya kirim ke redaksi langsung dimuat tanpa proses editing.
Meski setelahnya saya tidak pernah mengirim tulisan lagi ke redaksi the atjehpost.com ini namun saya pernah berhasrat untuk terus menulis berita jika ada berita berita mengenai aceh yang terjadi di perantauan, khususnya kota solo, kota dimana saya sedang menyelesaikan program S1 dijurusan ilmu komunikasi.
Harapan kita bersama, semoga disuatu hari the atjehpost.com ini bisa berkiprah kembali meski harus dengan redaksi, nama dan tampilan yang baru, karena pada intinya masyarakat masih sangat membutuhkan portal berita yang mengabarkan tentang haba nanggro, khusus nya masyarakat nanggroe diperantaun.
Senin, Desember 19, 2011
Sama, Belum Tentu Plagiat.

Universitas Muhammadyah Surakarta sedang gencar mengkampanyekan anti plagiat dilingkungan kampus. Taglinenyapun tidak main-main, pihak universitas bahkan menyamakan plagiat dengan aksi kejahatan dan korupsi. Sepintas agak aneh juga ketika plagiat disamakan dengan korupsi, banyak mahasiswa sendiri yang belum mampu memahami korelasi antara plagiat sama dengan kejahatan sama dengan korupsi. Terlalu banyak persamaan yang digunakan mungkin bermaksud untuk menyederhanakan bahasa, intinya adalah katakan tidak pada plagiat.
Dalam SK Rektor UMS tentang Tata Tertib Mahasiswa UMS Bab VI tentang Pemalsuan disebutkan bahwa pelaku plagiat bisa dikenai sanksi skorsing 2 semester. aturan lain yang memuat tentang pelarangan plagiat adalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 17 tahun 2010 tentang Pencegahan & Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.
Lebih menarik lagi ketika beberapa dosen juga konsisten untuk memerangi kecurangan plagiat dengan memberikan sanksi jika terjadi plagiat bahkan untuk tugas yang diberikan. Kemudahan akses informasi melalui internet harusnya mengarahkan mahasiswa untuk lebih kritis dalam menganalisa permasalahan bukannya mengedapankan copy-paste dalam pemenuhan tugasnya.
Sekilas, semua yang dilakukan baik oleh Rektor melalui SK nya maupun kebijakan dosen sendiri sebenarnya terlihat sangat mulia. Namun dalam menyikapi hal ini dosen harus lebih jeli dalam melihat karya/tugas mahasiswa.
Penulis tetap percaya dengan “sama, tapi bukan plagiat”. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Penulis melihatnya dari pengalaman penulis sendiri. Dalam sebuah tugas, penulis mengerjakannya dengan sangat teliti, tidak ada satupun poin yang merupakan hasil kutipan, semuanya murni apa yang ada dipikiran penulis.
Namun betapa kagetnya, ketika penulis menemukan beberapa kesamaan antara hasil tulisan penulis dengan tulisan orang lain. Beberapa poin yang penulis sampaikan ternyata juga disampaikan oleh penulis lainnya. . Penulispun berusaha menganalisis kesamaan sudut pandang ini.
Penulis menemukan suatu fakta bahwa kesamaan hasil karya seperti itu tak lepas dari kesamaan dalam observasi tiap penulisnya. Apa yang dilihat dan dialami oleh penulis juga bisa dilihat dan dialami oleh orang lain. Sehingga dalam penyusunan karyanya beberapa poin terlihat sama.
Teringat sebuah ungkapan pembelaan yang diucapkan oleh Iwel Sastra, salah satu tokoh Stand-Up Comedy Indonesia dalam acara Just Alvin Di Metro Tv mengenai kesamaan ini, menurutnya “ kesamaan yang terjadi dikarnakan observasi yang sama antara dua orang sehingga kesimpulannya pun sama, tapi itu bukan bagian menjiplak atau mengikuti orang lain”.
Nah mencermati ucapan diatas, maka muncullah suatu pemahaman baru bahwa “sama belum tentu plagiat” .
Penulis sendiri sangat percaya bahwa adanya kemungkinan beberapa orang bisa memiliki kesamaan pemikiran berdasarkan apa yang mereka lihat dan mereka alami.
Kamis, Desember 15, 2011
Komunikasi dan peran media massa dalam kehidupan
Dalam sebuah obrolan ringan antara penulis dengan beberapa PNS di kecamatan. saat itu penulis bermaksud untuk mengurus surat pindah karena alasan study. Seorang diantara mereka bertanya,” adik kuliah dimana”?. Dengan sedikit bangga saya menjawab “saya kuliah di solo, jawa tengah”. Temannya yang lain ikut bertanya, “ dijurusan apa”? kali ini dengan sangat bangga penulis menjawab “ jurusan ilmu komunikasi”.
Namun alangkah kagetnya ketika mereka memiliki suatu stereotype tentang jurusan study yang sedang penulis tempuh. Dengan entengnya mereka berkata “ komunikasi? Masa mau berbicara saja harus kuliah dulu, paling kalau lulus nanti kerja Cuma jadi pemberi kata kata sambutan kalau ada hajatan atau orang meninggal”.
Cerita diatas yang dialami penulis menunjukkan ketidakpahaman masyarakat mengenai ilmu komunikasi. Bisa saja ketidakpahaman ini disebabkan dari latar pendidikan mereka, namun diluar dari pada itu ilmu komunikasi ternyata masih harus membuktikan dirinya bahwa komunikasi tidaklah segampang yang mereka kira.
Benarkah ungkapan tersebut bahwa komunikasi tidak segampang yang kita kira?
Dalam bukunya ilmu komunikasi sebagai sebuah pengantar, prof.dedy mulyana banyak memberi gambaran tentang komunikasi yang ternyata sangatlah rumit. Sebuah ilustrasi diberikan oleh prof. dedy mulyana untuk menggambarkan kesulitan ini
“terbukti bahwa kekeliruan dalam komunikasi, dapat membawa sebuah bencana. Kesalahan menerjemahkan pesan yang dikirim pemerintah jepang di akhir perang dunia ke II mengakibatkan terjadinya targedi Hiroshima dan Nagasaki. Kata mokusatsu yang dugunakan jepang sebagai syarat menyerah diartikan domei yang berarti “mengabaikan” oleh tentara amerika. Padahal kata mokusatsu itu sendiri bermakna “ kami akan menaati ultimatum tuan tanpa komentar”. Sementara pasukan amerika terlanjur mengartikan “ no koment” sehingga bob atom pun dijatuhkan.”
Ilustrasi yang diberikan oleh prof dedy mulyana ini mungkin tidak akan mudah bisa dipahami oleh PNS di kecamatan yang terlibat obrolan dengan penulis.
Mengapa komunikasi harus dipelajari?, bukankah setiap hari kita sudah mengalami komunikasi? Ternyata sekali lagi memahami komunikasi adalah memahami apa yang terjadi selama komunikasi berlangsung, mengapa itu terjadi, akibat apa yang ditimbulkan dan pada akhirnya apa yang dapat kita perbuat untuk mempengaruhi hasil-hasil dari proses komunikasi tersebut (porter dan samovar). Dari sini kita punya gambaran baru bahwa meskipun komunikasi sudah kita lakukan setiap hari namun diluar dari pada itu kita masih harus terus mempelajari komunikasi. Ini menandakan betapa pentingnya komunikasi dalam kehidupan.
Thomas m.scheidel mengemukakan bahwa kita berkomunikasi untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak social dengan orang disekitar kita dan untuk mempengaruhi orang lain agar berfikir dan bersikap seperti kita.
Di era yang semakin modern ini komunikasi seakan mendapatkan “wadah yang nyaman” dalam sosok media massa. Jika kita melihat pandangan Thomas .scheidel diatas maka kita bisa menemukan bagaimana komunikasi “ berjalan lebih nyaman” dengan media massa. Manusia bisa melakukan proses aktulisasi dengan berkomunikasi dan kini menjadi lebih komplit ketika proses itu mendapat bantuan dari media massa.
Media massa menjadi elemen dasar jika komunikasi kemudian kita jabarkan sampai kepada komunikasi massa. Meski banyak devinisi yang bisa menjelaskan tentang komunikasi massa namun mengaitkan komunikasi massa dengan media massa adalah pilihan terbaik.
Penulis sangat tertarik dengan ungkapan humoris will rogers,” yang saya tahu adalah apa yang sayabaca dikoran”. Ungkapan ini sudah sangat menjelaskan tentang peran media massa dalam kehidupan manusia.
Dari kita bangun tidur sampai kita tidur lagipun yang terbayang adalah apa yang kita liat dari televisi, yang kita dengar dari radio dan apa yang kitabaca dari Koran. Media massa sudah sangat menyatu dalam sendi-sendi kehidupan manusia.
Semua informasi yang kita butuhkan untuk kehidupan kita sudah disediakan oleh media massa. Sehingga jika kita harus memberi ukuran seberapa besar peranan media massa dalam kehidupan kita maka akan sangat sulit untuk menggambarkannya.
Ketika terjadi suatu peristiwa disekitar kita, dan bahkan kitapun menjadi saksinya, namun tetap saja kita masih berburu Koran, rebutan remote tv hanya untuk melihat dan mendengar peristiwa yang terjadi didepan kita. Itulah gambaran betapa pentingnya media massa dalam kehidupan manusia.
Peran lain dari media massa adalah ketika kekuatannya mampu membawa seseorang mencapai puncak popolaritasnya, membuat manusia merasa hebat namun pada akhirnya media massa jualah yang akan meruntuhkannya. Mungkin kejadian-kejadian yang menimpa “artis youtube” di Indonesia bisa menjadi gambaran. Seorang Norman Kamaru dibuat melejit oleh media namun setelahnya media juga yang membuatnya kembali membumi.
Diakui atau tidak,salah satu factor kemajuan dalam masyarakat disebabkan oleh peran media massa. Namun sebaliknya kekacauan, kemerosotan moral dan tindak kekerasan yang timbul dalam masyrakat juga disebabkan oleh media massa.