About Me

Foto saya
http://ferymenuliz.blogspot.com/ adlah blog pertama yang saya buat, didalam nya berisi segala macam pemikiran, analisis, ide, pengalaman, pengetahuan, sampai sok tahu nya penulis ada disini. http://ferymenuliz.blogspot.com/ merupakan wadah bagi si penulis(tentu saja saya sendiri)untuk menampung segala bentuk problem, kejadian,, hal hal dan yang ingin diteriakkannya. http://ferymenuliz.blogspot.com/ ini sendiri tercipta karena banyak nya karya tulis dari si penulis yang hilang tanpa jejak baik itu artikel, puisi,cerpen, sampai segala bentuk kata rayuan yang pergunakan oleh si penulis dalam usaha asmaranya. untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan membiarkan file file penting dan bersejarah lain nya hilang, serta untuk memotifasi terciptanya karya tulis lainnya,, maka dengan penuh kesadaran,,saya: nama : fery afrizqal tptgl : atjeh utara 5 juni 90 pekerjaan : mahasiswa universitas muhammadyah surakarta. fakultas ilmu komunikasi dan informatika. jurusan ilmu komunikasi. menciptakan blog ini,,, trims

cie piyoh

blog ini berisi banyak hal yang ada dipikiran saya,, mencoba menuliskannya bukanlah suatu hal yang salah, baca dan ambillah jika itu benar dan pantas menurut anda, tinggalkan pesan jika banyak kekurangan didalamnya,
Tampilkan postingan dengan label analisis politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label analisis politik. Tampilkan semua postingan

Selasa, Desember 06, 2011

Teori para koruptor


Bekerja adalah kewajiban hidup, jika anda mendapat gaji atau uang maka anggap lah itu sebagai akibat, karna anda telah bekerja maka anda berhak mendapatkan uang, namun jika anda bekerja hanya untuk mendapatkan uang semata, maka yang jadi prioritas anda adalah uang, dan anda akan melakukan segala cara untuk mencapai prioritas anda yaitu uang.
ternyata cara pikir dan mental seperti inilah yang dimiliki oleh wakil rakyat di senayan dalam bekerja sehingga jangan heran jika kemudian dari prioritas mengumpulkan uang ini muncul lah tindakan korupsi sebenarnya lebih enak disebut maling bajingan. Selama mental bekerja hanya semata mata untuk mendapatkan uang maka sampai kapanpun korupsi tetap akan tumbuh subur dikalangan anggota dewan yang minta disebut dengan anggota dewan yang terhormat.
Teori ini sangat sederhana, kita hanya berbicara tentang sebab akibat saja, dua hubungan ini sangat dekat kaitannya dengan aksi maling bajingan dalam menggerogoti uang Negara.
Jika anda menganggap menjadi anggota dewan adalah sebuah pekerjaan, maka bekerjalah sesuai dengan pembagian job anda, dan jika akhirnya anda dibayar, itu karena anda memang berhak mendapatkannya sebab anda telah bekerja. Tapi jika anda berpikir bekerja hanya untuk mendapatkan uang maka kerja anda tidak akan pernah maksimal dan uang akan membuat anda menjadi maling bajingan. Dan begitulah posisi anda para koruptor/maling
bajingan semua. Siapa sich yang gak ingin kaya, tapi malu dunk harus jadi maling, apalagi jadi maling bajingan sok sok terhormat. Sebelum terpilih aja sudah berpikir untuk balik modal kampanye. Terus itung2an modalnya bisa balik beberapa tahun ya? Ternyata hitungannya salah, belum genap sebulan saja modalnya sudah balik. Enak juga ya kerja seperti ini, boleh bolos lagi , lebih aneh lagi masih suka nitip absen, kayak anak kuliah aja ni pak tikus berdasi. Kemaren ada isu kata nya mau dibelikan alat absen fingerprint, tapi tikus ini pada nolak takut harus ninggalin potongan jarinya biar bisa nitip absen lagi,, belum lagi harga alatnya sempat dibilang mahal, 4M loh,,.
Ada ada saja ni bapak yang disana, plis dunk jangan bikin kami tertawa dengan tingkah anda, oia sudah lama ya tidak melihat anda-anda berantem seperti dulu lagi waktu rebutin mainan kayak anak TK itu. .
Jangan marah pak berdasi saya Cuma bercanda, hanya ingin membuat rakyat terhibur saja..

Kamis, Juni 17, 2010

Kenaikan TDL karena salah sistem

Rencana kenaikan TDL bulan depan kembali mengundang protes bahkan penolakan dari banyak pihak dengan berbagai alasan. Dunia usaha menilai, rencana kenaikan ini dinilai berpotensi merugikan sektor perdagangan eceran (ritel) karena energi listrik mendominasi porsi struktur biaya perdagangan.


Bahkan ada pula yang melihat bahwa kenaikan TDL kali ini akan menyebabkan harga listrik di Indonesia akan menjadi yang paling tinggi di kawasan Asia Tenggara. Padahal jika seluruh pembangkit listrik dengan bahan bakar gas yang ada bisa dioperasikan, menurut SP PLN, PLN bisa menghemat Rp23,3 triliun dan persoalan TDL ini tidak akan pernah terjadi karena PLN tidak akan memerlukan subsidi dari pemerintah.

Persoalannya ini terjadi karena dalam UU Minyak dan Gas Bumi, pemerintah hanya mengalokasinya 25 persen gas nasional untuk kebutuhan domestik sehingga beberapa industri di dalam negeri yang membutuhkan gas alam, termasuk pembangkit listrik PLN, terpaksa dioperasikan menggunakan BBM. Karena seperti dikemukakan Presiden beberapa waktu yang lalu bahwa yang kita hadapi sesungguhnya bukanlah sekedar persoalan TDL,

tetapi bagaimana menemukan cara agar pembangunan sektor ketenagalistrikan bisa berjalan dengan baik dan bisa menghasilkan tenaga listrik yang lebih banyak lagi. Persoalan yang dihadapi saat ini adalah sebagian besar pembangkit tenaga listrik yang ada dan dioperasikan saat ini bersandar pada bahan bakar minyak yang harganya relatif mahal sehingga out-putnya juga mahal.




Kalau harapannya TDL tidak dinaikkan, jalan satu-satunya saat ini tentunya semua pembangkit yang masih menggunakan BBM tetapi bisa menggunakan gas alam, pasokan gas alamnya harus dipenuhi, sambil menunggu pembangunan pembangkit listrik lain berbahan bakar batubara atau gas alam।
meski untuk masyarakan miskin tidak mengalami kenaikan tapi tetap akan berdampak sosial lainnya sementara pendapatan masyarakat sendiri belum ada kenaikan. "Sudah menjadi hukum pasar manakala pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan TDL maupun bahan bakar minyak (BBM) dipastikan diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan masyarakat di pasaran.

Kembali rakyat menjadi korban kebijakan yang tidak tepat ini.!

Sabtu, Maret 06, 2010

antara etika, emosi dan kepentingan


suhu politik di Indonesia selama beberapa ini suasananya terasa semakin panas , rapat paripurna pansus (panitia khusus) kasus korupsi Bank Century yang melibatkan petinggi pejabat di negeri ini, untuk saat ini tersangka sementara adalah Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.


Sidang paripurna untuk menanggapi kasus ini di gedung DPR/MPR seperti kita ketahui berlangsung dengan keributan antara para anggota DPR membuat malu muka Indonesia di panggung perpolitikan dunia karena sepak terjang para anggota dewan terhormat itu di siarkan langsung oleh para jurnalis kenegara mereka masing-masing seperti CNN, BCC, NHK, Reuters dan lain-lain. Kelihatan dari layer kaca seperti gerombolan anak taman kanak kanak yang sedang berebut bola.



Dari gedung DPR/MPR kita ketahui bahwa setelah enam jam diskors, akhirnya sidang paripurna pembahasan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Angket Bank Century dibuka kembali. Ketua DPR Marzukei Alie membuka rapat dengan mengumumkan hasil lobi.


Lobi-lobi terus dilakukan antara pimpinan DPR dengan fraksi-fraksi DPR. Salah satu keputusan itu adalah terdapat dua pilihan materi pengambilan keputusan. Terdapat dua pilihan materi pengambilan keputusan melalui mekanisme pemungutan suara secara terbuka. Pilihan itu yakni: (A) Alternatif pertama, yaitu opsi A atau opsi C; (B) Alternattif kedua, yaitu opsi A atau opsi C atau opsi gabungan A dan C


Adapun mekanisme pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka,Pengambilan keputusan akan dilakukan terhadap alternatif yang memperoleh suara terbanyak.Apakah opsi A atau C, atau alternatif kedua, opsi A, atau AC.


Poin ketiga yakni terhadap adanya opsi gabungan AC. “Fraksi pengusul dalam lobi akan menyiapkan rumusannya dan akan disiapkan dalam forum paripurna malam ini Partai Demokrat dan PKB termasuk dalam kubu pertama yakni pendukung Opsi A. Pendukung kebijakan bail out Bank Century meski implementasinya diduga melanggar peraturan perundang-undangan.


Dikubu lainnya, Golkar bersama PKS, Gerindra, Hanura, dan PDI Perjuangan, berada di kubu kedua, pendukung Opsi C. Opsi ini menilai kebijakan bail out itu sendiri bermasalah dan implementasinya juga bermasalah.


Masalah utama


Segala macam upaya sudah dilakukan pansus century ini selama masa kerjanya, tapi sangat memprihatinkan masih ada diantara mereka yang belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah? Seolah olah Negara kita adalah Negara yang tak berhukum.,

bagaimana bisa satu opsi mengatakan “mencuri itu melanggar hokum sementara opsi lain berpendapat mencuri itu sah sah saja” jika terkait hal ini tidak ada penengah untuk mengajarkan pada anak anak ini tentang : apakah kebijakan bail out ini bermasalah atau tidak. Maka kasus ini tidak akan selesai,, karena masalah utama adalah anak anak ini tidak paham tentang apa yang sedang mereka kerjakan.

Sangat banyak kepentingan dalam penyelesaian kasus ini, mereka yang memilih opsi A tentu ingin melindungi kepentingan nya sendiri. Sangat susah untuk di ungkapkan , betapa tak bisa dimengertinya pikiran mereka anak anak DPR.

untuk mengkritikpun sangat susah dilakukan kita seakan kehabisan kata kata untuk menyadarkan orang orang yang kurang paham ini, jadi ini adalah tugas rakyat untuk mengajarkan kepada mereka, bagaimana saling menghormati sesame teman, saling berbagi, cara ber etika,lapang dalam menerima perbedaan, dilarang memaki, menjaga tata karma,dan yang paling penting ajarkan pada anak anak ini mana yang baik dan mana yang buruk. Padahal terkait tata karma sudah diajarkan sejak di taman kanak kanak.



Seperti tulisan saya sebelumnya : butuh pemikiran pemikiran yang gila untuk menyelesaikan masalah di Indonesia.
Ada yang punya ide gila?.......... gabung disini

Jumat, Februari 26, 2010

UYA SOLUSI CENTURY,


Dari dua bulan rentang waktu yang diberikan, selayaknya Pansus Angket Century sudah mengantongi data dan fakta yang lebih dari cukup untuk penyelidikan tahap selanjutnya. Sayangnya, baru setengah jalan, beberapa kalangan mengaku sudah kecewa.
"Banyak yang tidak maksimal. Secara umum saya kecewa. Saat pemanggilan Boediono suasana malah dibuat seperti public hearing, bukan pemeriksaan," kata anggota Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Chalid Muhammad saat memberikan evaluasi awal kinerja Pansus di kantor Reform Institute, Jakarta, kemarin (28/12.)


Menurutnya, jika Pansus benar-benar memposisikan data temuan BPK sebagai informasi yang berupa fakta pelanggaran, mestinya dalam satu bulan ini mereka sudah bisa melangkah kepada penyelidikan yang bisa menghasilkan rekomen-
dasi nama-nama yang terlibat dalam praktik kejahatan perbankan senilai Rp 6.7 triliun ini.


Senada dengan Chalid, DireKtur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mendesak agar Pansus Angket Century tidak terus terjebak pada perdebatan lama mengenai apakah landasan situasi yang melatarbelakangi bailout benar-benar sistemik atau tidak. Jika hanya berkutat di seputaran persoalan itu, menurutnya, memang kebijakan dana talangan Rp 6,7 triliun hampir pasti tidak ada masalah.


Pasalnya, secara teoritis kondisi sistemik dalam ilmu ekonomi kebijakan pasti bisa diperdebatkan. Ray Rangkuti berpendapat, metode tematik yang saat im dipakai pansus -untuk mendekati permasalahan juga memiliki unsur kelemahan yang penting. Metode seperti ini satu di satu sisi memang bisa membuat jalannya pemeriksaan runtut, namun di sisi lain Pansus akan kesulitan untuk melakukan investigasi mendalam berdasarkan kronologi peristiwa.(@bataviase.co.id)


Saya berpikir!
Cuplikan tulisan diatas membuktikan betapi rumit dan gilanya masalah century ini.
Dibutuhkan ide gila untuk menyelesaikan persoalan di Indonesia termasuk persoalan century. Entah pansus telah bekerja maksimal atau tidak kita pun bingung dibuatnya, jika dikatakan pansus kurang serius bekerja, kenyataannya mereka bekerja sampai larut malam. Dikatakan mereka sudah bekerja maksimal tapi kenyataannya hasilnya masih sangat nihil.


Terpikirkan oleh saya untuk menyelesaikan kasus century ini, pansus perlu meminta bantuan master hipnotis sekaliber Romy Rafael ataupun comedian Uya Emank Kuya yang unik dalam memasuki alam bawah sadar orang lain.
Sepertinya jika cara ini digunakan, masalah pansus akan terselesaikan, dalam dunia hipnotis semakin orang berbohong semakin dia akan mengungkapkan kebohongannya ketika dia berbicara debgan alam bawah sadarnya.


Pansus century kadang banyak mendapat informasi berlainan antara para saksi yang di periksa, ini mengindikasikan adanya kebohongan dari para saksi untuk melindungi dirinya dari jeratan pansus. Anda bayangkan jika dalam hal ini Uya yang dikenal Kuya memainkan peranannya dalm mengungkap kasus ini. Setiap saksi di hipnotis dan biarkan alam bawah sadarnya yang berbicara. Pasti akan banyak terungkap segala misteri century.

Bisa kita bayangkan bagaimana expresi Menkeu Sri Mulyani ketika berbicara dengan alam bawah sadarnya, akan didapatkan jawaban yang berbeda ketika di tanyai ketika dia tersadar dari pengaruh hipnotis.


Menarik bukan?

Mungkin ide ini terlihat gila dan hanya dipikirkan oleh orang yang mungkin menunjukkan gejala gila. Tapi di Negara kita adakalanya kita perlu berpikir gila untuk menyelesaikan kasus gila semacam century ini.
Uya Emang Kuya punya motto klasik yang umum kita ajarkan pada anak kecil yang bahwa "bohong itu dosa dan anda akan berdosa bila …..berbohong."
Menarik sekali jika pikiran gila ini menjadi topic gila untuk pansus century. Bukankan mereka sudah mulai gila untuk masalah century ini?

Followers